liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Laporan reporter Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Miliarder Rusia telah kehilangan lebih dari $93 miliar sejak akhir Februari 2022 karena sanksi yang dijatuhkan oleh beberapa negara Barat terhadap Rusia.

Laporan Bloomberg mengutip data dari Billionaires Index, kekayaan miliarder Rusia senilai $46,6 miliar menghilang tak lama setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina.

Sementara itu, $47 miliar lainnya hilang pada bulan-bulan berikutnya karena negara-negara Barat memukul Rusia dengan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sanksi tersebut secara khusus menargetkan orang kaya Rusia yang dilihat oleh Barat sebagai orang yang dekat dengan kepemimpinan Presiden Vladimir Putin.

Banyak tokoh bisnis terkemuka Rusia kehilangan akses ke aset mereka di beberapa negara Barat.

Namun, miliarder Rusia bukan satu-satunya yang melihat kekayaan mereka menyusut tahun ini.

Secara total, 500 orang terkaya di dunia telah kehilangan sekitar US$1,4 triliun sejak 2021.

Menurut analis, selain perang sanksi terhadap Rusia, dinamika ini dapat dijelaskan dengan meningkatnya inflasi dan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh bank sentral di seluruh dunia.

Baca juga: Dampak Sanksi Barat, Imbal Hasil Minyak Rusia Turun ke Level Terendah

Rusia telah berulang kali mengkritik sanksi Barat dan menyebut sanksi terhadap pengusaha Rusia sebagai “bandit internasional” dan pembekuan aset sebagai “pencurian”.