liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

TRIBUNNEWS.COM — Induk Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan perusahaan asal Jepang, PT PTEC Research & Development (PTEC) menjalin kerjasama pembangunan pabrik Biopelet berbahan baku tandan kosong kelapa sawit di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas pengolahan 1 juta ton tandan kosong per tahun atau setara dengan 200 ribu ton produksi biopelet per tahun.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA). . Ltd., Yamamoto Kazuki di Batam, Jumat (23/12/2022).

Baca juga: Anak Perusahaan PTPN III Bangun Pabrik Minyak Goreng 2.500 Ton Per Hari

Wakil Direktur Utama Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna mengatakan, PTPN VIII (Anak Perusahaan PTPN III) dan PTEC telah melakukan kerjasama awal pengembangan biopelet tandan kosong dengan PTEC untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pengeringan teh sebagai pengganti pelet kayu yang semakin mahal.

“Untuk tahap selanjutnya, PTPN III dan PTEC akan menyusun Studi Kelayakan (FS) Pembangunan Pabrik Biopellet Tandan Kosong dengan kapasitas 1 juta ton tandan kosong/tahun setara dengan 200 ribu ton biopelet/tahun di KEK Sei Mangkei, dengan orientasi pasar lokal dan ekspor, kata Denaldy.

PTEC menargetkan proses persiapan pembangunan pabrik biopelet dapat dimulai pada 2023 dengan kebutuhan lahan seluas 32 hektare di KEK Sei Mangkei.

Denaldy mengatakan, PTPN III (Persero) selaku BUMN Induk Perkebunan memiliki komitmen besar dalam mengembangkan bisnis Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan Pemerintah, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2014 tentang target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.

“Grup PTPN sangat concern mendukung program Dekarbonisasi untuk mencapai target pengurangan emisi karbon sesuai target NDC sebesar 29% pada tahun 2030,” ujarnya.

Diharapkan pengembangan biopelet berbasis tandan kosong sawit dapat memberikan nilai tambah dalam pengurangan emisi karbon sebesar 48 ribu ton CO2e/tahun dan berpotensi untuk menjual kredit karbon.

Dalam proses pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Grup PTPN, tandan kosong merupakan salah satu produk sampingan yang dihasilkan dalam proses pengolahan tersebut.

Total potensi produksi tandan kosong PTPN Grup menurut RJPP 2024 adalah 3 juta ton/tahun.

“Untuk tandan buah kosong selama ini dimanfaatkan sebagai pupuk organik (tanah) di areal kebun sebelah PKS,” tambah Denaldy.

Denaldy mengatakan, dengan pesatnya perkembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, pemanfaatan tandan kosong sawit menjadi lebih beragam. Salah satunya adalah pengembangan Bioethanol dan Biopellet.

Denaldy berharap dengan ditandatanganinya Head of Agreement (HOA) ini akan menghasilkan kajian kelayakan pengembangan Biopelet tandan kosong yang layak dan bermanfaat bagi para pihak.

“Kami berharap progres pengembangan Biopellet tandan kosong dapat segera diimplementasikan di KEK Sei Mangkei,” ujar Denaldy.