liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Laporan reporter Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Forvia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi otomotif, mengumumkan telah menutup pabrik logamnya di Highland Park, Amerika Serikat dan merumahkan 268 pekerjanya.

Perusahaan yang berkantor pusat di Perancis ini memiliki misi untuk merintis teknologi di bidang otomotif untuk meningkatkan pengalaman mobilitas bagi setiap orang.

Dikutip dari The Detroit News, Forvia saat ini memiliki sekitar 114.000 karyawan dan mengoperasikan lebih dari 300 pabrik serta pusat penelitian dan pengembangan di seluruh dunia, termasuk empat di Michigan dan 18 di Meksiko.

Baca juga: 40 Ribu Pekerja Pabrik Garmen di Vietnam Di-PHK, Ini Pemicunya

Perusahaan juga dilaporkan memindahkan produksi ke fasilitas lain, yang tidak disebutkan dalam pernyataan juru bicara Misty Matthews.

Waymon Halty, wakil presiden United Auto Workers Local 155 yang mewakili para pekerja di Highland Park, mengatakan pengerjaan rangka logam di pabrik yang memasok Jeep Stellantis NV Wagoneer dan SUV Grand Wagoneer itu akan dikirim ke pabrik di Meksiko.

Selain itu, perusahaan juga mengharapkan pemotongan di pabrik Oakland Park Blvd yang akan selesai pada 31 Januari.

“Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan manufaktur dan produksi kami,” kata Matthews.

“Perubahan seperti ini membantu kami memanfaatkan jejak produksi kami secara efektif dan efisien, melayani pelanggan dengan lebih baik, dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan produksi kami.”

Selain itu, perusahaan bekerja dengan karyawan untuk mengidentifikasi posisi terbuka yang mungkin dapat mereka alihkan.

Stellantis memberhentikan 1.350 pekerja

Salah satu produsen mobil ternama asal Belanda, Stellantis, juga ikut dalam rencana PHK sekitar 1.350 karyawannya.

Stellantis mengatakan, PHK dilakukan karena tidak bisa menyeimbangkan pendapatan mereka dengan kenaikan biaya produksi kendaraan listrik (EV).

Selain itu, perseroan juga akan menutup pabriknya di Belvidere, Illinois AS pada akhir Februari tahun depan.

Baca juga: Startup Health Tech PharmEasy Mengumumkan PHK untuk Sebagian Besar Karyawan

Mengutip CNN, pembuat mobil itu mengatakan juga mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan produksi dan meningkatkan efisiensi di fasilitas manufaktur Amerika Utara.

Sebelum menutup pabriknya pada Februari tahun depan, Stellantis masih akan memproduksi Jeep Cherokee. Namun, perusahaan tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang masa depan pembuatan dan model.