liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Dilansir Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah ada isu terkait penghentian operasional KA Argo Parahyangan alias ‘injeksi mati’.

Munculnya kabar ini sejalan dengan rencana pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan 2023.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, KA Argo Parahyangan kemungkinan akan tetap beroperasi dan menjadi pilihan masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin berwisata ke Bandung.

Kesimpulannya, KA Argo Parahyangan ditujukan untuk penumpang kelas ekonomi. Sedangkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditujukan untuk penumpang kelas menengah ke atas.

Baca juga: Suntikan KA Argo Maut Parahyangan Dorong Penumpang Kereta Cepat, Anggota DPR: Masih Kalah

Namun, menurut Arya, kepastian operasional menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Untuk ekonomi kereta api Bandung (Argo Parahyangan) masih bisa berfungsi. Nanti Kementerian Perhubungan yang akan memutuskan izin beroperasi atau tidak,” kata Arya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (6/12/2022). .

“Bagi rakyat, soal ekonomi tetap ada. Jadi akan disesuaikan dengan kelas. Kalau ada yang bilang mengabaikan akar rumput, itu tidak (benar),” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Arya pun menceritakan, waktu tempuh kereta cepat Jakarta-Bandung hanya sekitar 1 jam.

Jika dijelaskan lebih detail, dari Stasiun Halim (Jakarta) ke Padalarang (Kabupaten Bandung) diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Kemudian untuk menuju Kota Bandung dari Stasiun Padalarang hanya membutuhkan waktu 15 menit saja, menggunakan Kereta Feeder.

“Sekarang (sekitar 40 menit) untuk sampai ke Padalarang. Lalu naik feeder yang menghubungkan khusus menggunakan feeder kereta cepat. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Kota Bandung,” ujar Arya.

“Kurang lebih 1 jam untuk mencapai Kota Bandung, jika menggunakan feeder,” kata Arya.