liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian merespons pemberian insentif mobil listrik bagi kalangan atas.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, konteks ini lebih kepada bagaimana semua negara mendorong transisi menuju energi hijau.

“Insentif ini dilakukan oleh semua negara. Jadi tidak hanya di Indonesia. Komitmen kami adalah mempromosikan green economy to green energy. EV ini sudah kami susun yang akan kami berikan insentif,” ujarnya saat ditemui di PT Kilang HM Sampoerna di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/1/2023).

Dalam kaitan ini, opsi yang dipilih Pemerintah terhadap upaya beralih ke green energy adalah dengan meningkatkan permintaan kendaraan listrik melalui pemberian insentif.

Baca juga: Regulasi Insentif Kendaraan Listrik Ditutup Juni 2023? Menperin: Bisa lebih cepat

Susiwijono mengatakan, rincian insentif sedang dalam proses pembahasan terkait aspek teknis dan besarannya.

“Kemarin saya ditanya, ‘Benarkah membeli mobil EV di atas Rp 1 miliar akan disubsidi seperti mensubsidi orang kaya?’ Saya katakan kami sedang mengerjakan aspek teknis,” katanya.

Teknik insentif yang sedang dibahas adalah pertanyaan batasan harga berapa dan berapa besaran yang bisa disubsidi.

“Kemudian ada beberapa parameter masyarakat yang sedang dibahas berapa pendapatan atau UKM-nya,” kata Susiwijono.

Proses pembahasan melibatkan Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Perindustrian.

“Anggarannya sudah dibicarakan, alokasinya berapa. Kalau dihitung-hitung, roda empat dapat 80 juta, roda dua 7 sampai 8 juta. Katakanlah 7 juta, kalau dikasih 1 juta unit, jadi 1 triliun,” kata Susiwijono.

Apalagi, menurut dia, masih ada pembicaraan untuk mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Saat ini masih dalam tahap pembahasan.

“Motor juga ada konversi. Kalau konversi yang berbasis fosil kita kurangi, ini sedang kita diskusikan,” kata Susiwijono.

“Kami memberlakukan kebijakan itu. Untuk EV, kami akan mendorong mereka keluar dari penawaran dan permintaan,” lanjutnya.