liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah mendorong tumbuhnya industri berbasis halal karena terbukti mendatangkan surplus bagi pendapatan nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam acara Anugerah Industri Halal Indonesia (IHYA) 2022, di Jakarta Convention Center, Jumat (12/9/2022).

Airlangga mengatakan, berdasarkan data The Global Islamic Economy Indicator dalam State of Global Islamic Economy (SGIE) Report, indikator ekonomi syariah terus meningkat dan pada 2022 Indonesia akan berada di posisi ke-4 setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Arab Saudi. Uni Emirat Arab.

Posisi ini lebih baik dibandingkan tahun 2018 yang masih berada di posisi ke-10.

Dalam laporan yang sama, Indonesia merupakan konsumen produk halal terbesar di dunia dan menyumbang 11,34 persen dari belanja halal global.

Baca juga: Perkuat Industri Halal, Kemenperin Apresiasi Pelaku Usaha Lewat IHYA 2022

Oleh karena itu, menurut Airlangga Hartarto, pengembangan industri berbasis halal menjadi penting dan Indonesia mengekspor sekitar 46,7 miliar USD, termasuk makanan, fesyen, farmasi, dan kosmetik.

“Dengan impor produk halal sebesar USD 14,5 miliar, Indonesia surplus 32,2 miliar di sektor halal,” kata Airlangga.

Tak heran jika pemerintah memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang mendukung program pemerintah untuk mengembangkan sektor usaha berbasis halal.

Penghargaan Industri Halal (IHYA) 2022 merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Ingatkan Bank Syariah Indonesia Berorientasi Industri Halal

Salah satu penerbit yang menerima penghargaan ini adalah Dexa Group.

Sebagai pelopor aplikasi riset produksi Obat Modern Indonesia (OMAI) yang telah tersertifikasi Sistem Jaminan Produk Halal, Dexa Group meraih penghargaan Indonesian Halal Industry Award (IHYA) 2022 kategori Best Halal Innovation.

Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ini merupakan apresiasi kepada industri yang telah berkontribusi dalam penguatan ekosistem industri halal di Indonesia.

Anugerah Industri Halal Indonesia 2022 diserahkan Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang kepada Dexa Group Head, Ferry Soetikno.

Baca juga: Presiden Berencana Indonesia Jadi Pusat Industri Halal 2024

Penyerahan penghargaan juga disaksikan oleh Airlangga Hartarto.