liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Laporan reporter Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL- Hyundai Motor bersama SK On yang merupakan anak usaha SK Innovation berencana menginvestasikan 2,5 triliun won atau sekitar 1,88 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV) baru di Amerika Serikat.

Sementara itu, kedua perusahaan diharapkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait investasi tersebut pada pekan depan.

Pabrik baterai baru dengan sistem gabungan antara Hyundai dan SK On ini rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026 dengan kapasitas produksi tahunan awal sekitar 20 gigawatt jam (GWh), yang cukup untuk menggerakkan sekitar 300.000 kendaraan listrik.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Erick Thohir Ingin Realisasikan Program Akselerasi Kendaraan Listrik di BUMN!

“Belum ada yang diputuskan mengenai masalah ini,” kata seorang pejabat di SK On kepada Reuters.

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa pabrik baru tersebut kemungkinan akan berlokasi di Georgia, dekat pabrik EV baru Hyundai.

Hyundai Mulai Membangun Pabrik EV Baru di Georgia

Seperti diketahui, produsen mobil asal Korea Selatan itu bulan lalu mulai membangun pabrik EV senilai US$5,5 miliar di Georgia. Pabrik baru tersebut direncanakan mulai beroperasi pada awal 2025 dengan kapasitas produksi 300.000 EV per tahun.

Ada kemungkinan kendaraan yang diproduksi di lokasi tersebut juga dapat diekspor ke luar negeri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi.

Mengutip dari Carscoops, beberapa mobil listrik yang akan diproduksi Hyundai di pabrik Georgia tersebut antara lain Hyundai Ioniq 7 dan Kia EV9, dua SUV besar yang ditenagai oleh platform E-GMP yang akan hadir dengan tiga baris kursi.

Hyundai mengatakan proyek tersebut akan menciptakan sekitar 8.100 pekerjaan baru dan akan memainkan peran kunci dalam ambisinya untuk menjadi salah satu dari tiga penjual kendaraan listrik teratas di AS pada tahun 2026.

“AS selalu menempati posisi penting dalam strategi global Hyundai, dan kami senang bekerja sama dengan Negara Bagian Georgia untuk mencapai tujuan bersama mobilitas dan keberlanjutan kendaraan listrik di AS,” kata Euison Chung, ketua eksekutif Hyundai. Grup Bermotor.