liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

TRIBUNNEWS.COM – Menjadi negara besar dan maju adalah tugas dan tanggung jawab seluruh perangkat yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah memaksimalkan sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan negara.

Hal penting ini juga disampaikan Presiden Joko Widodo terkait pentingnya hilirisasi dan industrialisasi bagi kemajuan Bangsa Indonesia.

Presiden menegaskan, pemerintah perlu melanjutkan industri hilir yang diharapkan menjadi loncatan besar bagi peradaban bangsa.

Hilirisasi yang dicanangkan sejak tahun 2010 merupakan strategi penting untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara mengingat kekayaan sumber daya alam Indonesia yang begitu melimpah.

Melalui hilirisasi, sumber daya alam di Indonesia diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi bila diekspor ke luar negeri.

Tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas, hilirisasi juga akan memperkuat struktur industri, membuka banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan peluang bisnis di dalam negeri.

Oleh karena itu, hilirisasi wajib dilakukan agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor komoditas mentah.

“Kami memiliki pekerjaan besar ke depan yang ingin kami lakukan adalah bagaimana membangun sistem yang dapat terintegrasi. Bisa menghasilkan barang jadi dan setengah jadi yang memberikan nilai tambah maksimal, terutama lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Presiden RI, Joko Widodo.

Menanggapi tugas dan tanggung jawab besar tersebut, Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah membentuk Holding Industri Pertambangan, MIND ID. “ID MINDA memiliki setidaknya tiga mandat: Pertama, mengelola cadangan dan sumber daya strategis. Dua, Mengintegrasikan Hilir. Ketiga, mewujudkan kepemimpinan pasar melalui optimalisasi komoditas mineral, pengembangan bisnis, dan praktik pertambangan yang berkelanjutan,” ujar Hendi Prio Santoso selaku Direktur Utama MIND ID.

Pengelolaan cadangan sumber daya strategis yang dilakukan oleh MIND ID semaksimal mungkin untuk membentuk peradaban yang lebih baik dan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“MIND ID memiliki Tujuan Mulia yang merupakan komitmen untuk mengimplementasikan setiap aspek operasi pertambangan dan kunci kelangsungan bisnis yaitu: Kami menggali sumber daya alam untuk peradaban, kemakmuran dan masa depan yang lebih cerah,” tambah Hendi.

Hilirisasi kini menjadi tugas utama yang harus diemban oleh MIND ID, sebagai Master Industri Pertambangan.

Selain dapat meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan dari melipatgandakan nilai produk setengah jadi atau produk jadi, hilirisasi dan penerapan teknologi dapat meningkatkan nilai komponen TKDN dan produk produksi dalam negeri, sehingga membawa masa depan Indonesia yang lebih baik dan berkembang. . .

MIND ID menjawab tantangan ini bersama seluruh anggotanya, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk.