liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Demikian laporan wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT Weda Bay Nickel (WBN) meminta PT Hillcon meningkatkan total produksi dari 4 juta wmt menjadi 6 juta wmt pada 2023.

Kemudian, juga meningkatkan jumlah pengangkutan bijih nikel, di mana Hillcon akan mengirimkan sekitar 80 dump truck dengan jarak pengangkutan rata-rata sekitar 22 kilometer.

“Penambahan volume produksi sebesar 50 persen dan tambahan dump truck untuk pengiriman bijih nikel akan meningkatkan pendapatan Hillcon pada 2023,” kata Direktur Utama Hillcon Hersan Qiu dalam siaran pers, Jumat (30/12/2022).

Baca juga: Menghadapi Potensi Resesi 2023, Ganjar Pranowo Desak Transisi Energi Nikel agar RI Punya Posisi Tawar

Selain itu, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) untuk penambahan alat berat.

“Persiapan capex untuk meningkatkan volume produksi dan angkutan tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, WBN telah memulai pembangunan pabrik pengolahan pemurnian bijih nikel menggunakan teknologi pyrometallurgical/RKEF dengan kapasitas 30.000 ton Ni per tahun.

WBN terletak di kawasan industri PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP), dengan cadangan sumber daya saat ini tercatat 12,2 juta ton nikel dengan rata-rata kandungan nikel 1,48 persen.

“WBN menggarap penambangan bijih nikel dengan lokasi penambangan berada di Lelilef Sawai, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara,” ujar Hersan.

Ditambahkannya, WBN merupakan salah satu objek penting negara, dimana setiap kegiatan pertambangan atau konstruksi perlu diolah lebih cermat.

Sebab, objek penting negara adalah situs yang dilindungi karena merupakan sumber pendapatan dan deviden terbesar negara.

Baca juga: Kalah di WTO, Pemerintah Kemungkinan Naikkan Pajak Ekspor Bijih Nikel

Untuk menjadi bagian dari lokasi ini diperlukan keahlian yang tinggi, dimana hanya 4 kontraktor yang dipercaya untuk mengelolanya dengan masing-masing mentargetkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 4 juta ton per tahun.

“Kemampuan Hillcon dibuktikan dengan menjadi salah satu dari 4 perusahaan pemegang kontrak karya komoditas nikel Teluk Weda,” pungkas Hersan.