liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Latest Post

BMW Siapkan Dana Rp 13.1 Triliun untuk Ekspansi ke Meksiko Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi

Reporter Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan

TRIBUNNEWS.COM, BALI – PT Honda Prospect Motor (HPM) merilis jajaran terbarunya, Honda WR-V pada 2 November 2022.

Selama satu setengah bulan, mobil berjenis Small SUV ini berhasil membuat lebih dari 2.580 unit pesanan hingga 18 Desember.

Director of Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, respon pengguna terhadap Honda WR-V sangat menggembirakan.

Baca juga: Bikin Tikungan Lebih Aman, Honda Lengkapi WR-V dengan Kamera LaneWatch, Ini Fungsinya

“Pesanan sudah mencapai sekitar 2.580 unit per 18 Desember 2022. Yang paling banyak dipesan 51 persen tipe RS CVT, 45 persen dengan Honda Sensing, sisanya 4 persen,” ujar Billy dalam acara Honda WR-V Media Test Drive di Bali, Senin (19/12/2022).

Sedangkan untuk produksi massal Honda WR-V dimulai pada 1 Desember 2022 dan baru dikirimkan ke diler pada 10 Desember.

Khusus tahun ini, Honda mengatakan hanya menjual 1.700 unit mobil dari pabrik ke distributor (grosir).

“Tahun ini kami baru bisa grosir untuk rangka produksi mobil 2022, hanya 1.700 unit, karena chip semiconductor masih sangat labil,” jelas Billy.

Tahun depan diprediksi produksi masih tertahan di angka tersebut, karena terkendala pasokan komponen.

“Produksi tahun depan juga sama, sekitar 1.500-1.700 unit. Karena pasokan komponen masih sangat tidak stabil,” imbuhnya.